- Presiden Prabowo Subianto Gelar Program Percepatan Pembangunan Kampung Nelayan
- Negara Indonesia Resmi Kerja Sama Dengan Jepang Dalam Pengembangan Satwa Liar
- Pemerintah Jamin Harga BBM Subsidi dan Non-Subsidi Tidak Mengalami Kenaikan
- Pemkot Semarang-Kendal Kolaborasi Proyek PSEL
- Pemerintah Percepat Program Perumahan Rakyat
Presiden Prabowo Subianto Sebut Negara Indonesia Adalah Negara Yang Kaya Logam Tanah Jarang
Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, negara Indonesia dikenal sebagai negara yang mempunyai sumber daya alam yang sangat melimpah.
Sebagai informasi bahwa kekayaan sumber daya alam yang dimiliki oleh Indonesia tersebut terbagi menjadi beberapa sektor, seperti sumber daya hutan, sumber daya laut, sumber daya tambang, dan sumber daya pertanian.
Sejak beberapa puluh tahun yang lalu, negara Indonesia telah melakukan ekspor sumber daya alamnya ke sejumlah negara di dunia, dan banyak negara di dunia yang ketergantungan untuk membeli kekayaan alam milik Indonesia.
Bahkan, sejumlah negara di dunia telah berlomba-lomba untuk melakukan investasi secara besar-besaran di negara Indonesia, investasi tersebut juga datang dari sektor yang bermacam-macam, seperti sektor keuangan, bahan baku, energi, infrastruktur, barang konsumen primer, dan sektor teknologi.
Oleh karena itu, saat ini kita patut bersyukur menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), karena kita lahir dan tumbuh di Tanah Air yang subur dan memberi banyak manfaat bagi kehidupan manusia.
Baru-baru ini, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa negara Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan sumber daya logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth elements (REE) yang dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran negara Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto juga mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas karunia dan anugerahnya maka negara Indonesia telah diberikan sumber kekayaan alam yang sangat melimpah dan tidak dimiliki oleh negara lain,
Menurut Presiden Prabowo Subianto, tidak semua negara di dunia mempunyai kekayaan alam rare earth, tapi negara Indonesia mempunyai itu semua dan mineral yang sangat berlimpah.
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan, logam tanah jarang adalah kelompok 17 unsur kimia yang memiliki peran krusial dalam teknologi modern. Meskipun namanya mengandung kata “jarang”, sebenarnya unsur-unsur ini cukup melimpah di kerak bumi, namun jarang ditemukan dalam konsentrasi yang cukup tinggi untuk ditambang secara ekonomis.
Kelompok ini terdiri dari 15 unsur lantanida ditambah skandium dan itrium, yang mempunyai sifat-sifat unik yang dapat sangat berharga dalam sejumlah aplikasi teknologi tingkat tinggi dan terbarukan.
Berdasarkan data yang ada, maka dijelaskan bahwa sumber daya alam logam tanah jarang adalah komponen yang sangat penting untuk menciptakan suatu teknologi tingkat tinggi dalam kehidupan modern mendatang.
Jika kita dapat mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam logam tanah jarang dengan benar dan bijak, maka negara Indonesia dapat mempunyai ketahanan yang kuat dalam dunia masa depan.
Untuk mencapai posisi tersebut, maka dibutuhkan adanya sumber daya manusia yang hebat dan mempunyai ilmu yang mumpuni untuk mengelola kekayaan alam negara Indonesia.
Oleh karena itu, saat ini program peningkatan kualitas pendidikan di negara Indonesia harus ditingkatkan serta harus mempunyai kualitas pendidikan seperti negara maju.
Diincar Banyak Negara

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan, negara Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar untuk meningkatkan dan mengembangkan Logam Tanah Jarang (LTJ).
Brian Yuliarto menjelaskan, logam tanah jarang adalah komponen yang sangat langka dan berharga bagi kehidupan manusia modern, dan komponen ini hanya dapat ditemukan di negara yang memiliki kondisi geologi yang unik, salah satu negara yang mempunyai geologi yang unik yakni negara Indonesia.
Menurut Brian Yuliarto, saat ini telah terdapat sejumlah daerah yang dinilai mempunyai banyak sekali kandungan LTJ di dalam tanahnya, daerah yang dimaksud ialah seperti Bangka Belitung dan Mamuju, Sulawesi Barat.
Berdasarkan data yang ada, maka dijelaskan bahwa pengolahan LTJ membutuhkan teknologi yang cukup tinggi dan mumpuni.
Oleh karena itu, saat ini banyak negara besar yang menawarkan kerja sama dengan negara Indonesia untuk pengelolaan LTJ di Indonesia.
Meskipun banyak tawaran yang datang untuk bekerja sama dalam sektor LTJ, tetapi sampai saat ini pemerintah Indonesia masih belum ingin bekerja sama, karena hal ini tidak sesuai dengan program hilirisasi.
Program hilirisasi merupakan proses pengolahan bahan mentah menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi, jadi negara Indonesia tidak lagi menjual bahan mentahnya ke negara lain, melainkan bahan mentah harus di proses terlebih dahulu di Indonesia dan dijual dengan nilai yang lebih tinggi.